II. ASAL USUL GAMPONG/SEJARAH LABUHAN TAROK
Menurut data - data yang ada dan cerita dari Alm. T. Mahyiddin S, Mantan
Camat Meukek yang diriwayatkan dari Kakek beliau Alm. T.R. Tjut Mantan
Zulfbesturder Meukek, Menurut beliau bahwa orang-orang yang mula-mula
mendatangi / bertempat tinggal di Gampong Labuhan Tarok adalah
serombongan orang-orang dari Atjeh Rayeuk yang dipimpin oleh TEUKU BANTA
LAM ARA.-
Sewaktu mereka mula tiba dengan perahu layar berlabuhlah
disebuah teluk yang dimuka teluk tersebut tumbuh sebatang kayu besar
yang bernama BATANG TAROK, sehingga oleh pendatang tersebut diberilah
nama tempat itu dengan Lhok Tarok, agar mudah untuk diingat yang pada
akhirnya berobah menjadi Labuhan Tarok hingga sekarang ini.-
Sedangkan Gampong Labuhan Tarok saat rombongan T. Banta Lam Ara tiba, sama
sekali belum berpenghuni, masih merupakan hutan belantara, dengan kata
lain rombongan T. Banta Lam Ara inilah penduduk Labuhan Tarok yang
pertama.-Sesudah beberapa tahun menetap T. Banta Lam Ara kemudian pulang
kembali ke Aceh Rayeuk. Berikutnya datang pula rombongan kedua yang
dipimpin oleh Teuku Cadek untuk melanjutkan usaha T. Banta Lam Ara
seperti usaha Persawahan, Perkebunan Lada yang telah dirintis oleh
T. Banta Lam Ara.- Setelah Labuhan Tarok merupai seuneubok kembali T. Cadek
pulang ke Aceh Rayeuk, datang pula adiknya bernama T. Teungoh untuk
melanjutkan usaha perkebunan/persawahan di Labuhan Tarok serta beliau
kawin dan meninggal di Labuhan Tarok sehingga mempunyai
keturunan-keturunan sampai sekarang ini.- Pada waktu T. Teungoh inilah
Gampong Labuhan Tarok mengatur pemerintahan sendiri (Otonomi), yang
menjadi Pimpinan Pemerintahan adalah beliau sendiri yang digelar Raja
atau Teuku dengan membawahi 5 (Lima) buah seuneubok yang berlokasi dalam
Kemukiman Ujong sekarang ini.-
Pada Gampong Labuhan Tarok
tersebut diatas mempunyai 2 Kubu Pertahanan yang kuat yang dinamai MADAT
atau KUTA. 1 buah terletak di gunung Beude arah selatan pusat Gampong
Labuhan Tarok dan 1 lagi berada dimuka Pelabuhan Gampong Labuhan atau
didepan Batang Seuleumak yang sudah tumbang.- Bukti autentiknya masih ada
sekarang ini, 2 buah Madat atau Kuta tersebut yang dilengkapi dengan
alat-alat perang yang sangat modern pada saat itu seperti bedil
Kemurah, Senampang meudapu, dan meriam-meriam besar keluaran Perancis dan
Turki, disamping alat-alat perang lainnya.-
Pada awal Pemerintahan
Kolonial Belanda di Pantai Barat Aceh di Gampong Labuhan Tarok
diangkatlah seorang Ulee Balang bernama T. Nyak Raja yaitu anak dari
T. Teungoh. Serta menyusun Struktur Gampong dengan Mengangkat
Seorang Keuchik, Seorang Panglima, Seorang Keujrun Blang, Seorang Petua
Seuneubok, dan Seorang Bendahara, Masing-masing Bernama,. Keuchik Nyak
Adam, Panglima Makden, Keujruen Mahmud, Petua Said, dan Toke Nyak Bungsu
selaku Bendaharawan Gampong.- Pemerintahan T. Nyak Raja berakhir sewaktu
pecahnya perang Dunia II dengan masuknya Jepang ke Aceh.- Pada awal
Pemerintahan Jajahan Jepang tahun 1942 Gampong Labuhan Tarok diperintahi
oleh seorang Komico atau Keuchik.-
Dikeluarkan di : Labuhan Tarok
Pada Tanggal : 22 Maret 1983
Keuchik Gampong Labuhan Tarok
T. ADJARAN DAOD
Dikutip dari Memori Desa Labuhan Tarok
Tidak ada komentar:
Posting Komentar