Kabar mengenai penggunaan ilmu hitam berupa santet dan ilmu pelet terus
menyeruak semenjak tertangkapnya Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan
yang juga merupakan adik dari Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
Baik itu berupa penyerangan ke KPK ataupun ada pula pihak yang membela KPK juga dengan menggunakan ilmu hitam.
Sekira 20 pria paruh-baya asal Banten mendatangi gedung KPK, Jumat
(11/10/2013). Awalnya mereka diduga berasal dari pihak keluarga Atut
Chosiyah, ternyata salah.
Pria-pria itu justru mendukung KPK memberangus korupsi di Banten dan
memenjarakan Atut. Mereka pun siap melindungi KPK dari serangan ilmu
hitam berupa santet yang berasal dari keluarga Atut.
Mereka mengaku sebagai ulama yang berasal dari Panglima Pusat Silaturahmi Masyarakat (Puser) Banten.
"Kalau memang betul ada santet, silahkan santet saya. Saya siap. Saya
sudah menyiapkan air keramat Banten yang diambil dari Masjid kuno
Banten," kata koordinator Puser Banten, Sukma Saefi Maulana, di Gedung
KPK.
Sukma menambahkan pihaknya akan mengerahkan ribuan ulama ke Gedung KPK
demi memenjarakan Ratu Atut. Sukma menyatakan tidak gentar dengan Ratu
Atut.
"Rencana seribu ulama banten dan 2.000 santri banten," ujarnya lagi.
Membantah
Sementara itu, Jubir keluarga Ratu Atut membantah memiliki ilmu santet
atau ilmu Hitam. Mereka juga tidak menggunakan ilmu hitam itu saat
pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Untuk penanganan Pilkada saja mereka menggunakan manajemen marketing
modern. Lalu mereka kepala daerah pertama di Banten yang menggunakan
riset. Sangat rasional. Mistik-mistik itu kan sesuatu hal yang
diidentikkan di Banten, sekarang menjadi menarik lalu diidentikkan
kepada ibu Atut," ujar Fitron juru Bicara Keluarga Atut.
Dia mengatakan, tidak ada ada ilmu hitam yang disarangkan kepada KPK terkait dengan pemanggilan Ratu Atut Jumat kemarin.
Menurutnya, dugaan Ratu Atut menggunakan santet bermula dari pengakuan
artis Marissa Haque yang mengaku pernah disantet. Tapi, itu tidak jadi
soal.
"Itu kan sesuatu yang identik dengan Banten dan keluarga ibu Atut tidak
mengenal hal-hal seperti itu, dan hal-hal seperti itu sudah mulai
ditinggalkan masyarakat Banten. Hal-hal yang bersifat mistik, mungkin
ada ceritanya, tapi saya belum pernah lihat faktanya soal santet dan
sebagainya," kata dia. (*/lip6/okz)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar