Minggu, 13 Oktober 2013

Ada Perang Santet dan Ilmu Pelet, Ratu Atut Lawan KPK

Kabar mengenai penggunaan ilmu hitam berupa santet dan ilmu pelet terus menyeruak semenjak tertangkapnya Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan yang juga merupakan adik dari Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.
Baik itu berupa penyerangan ke KPK ataupun ada pula pihak yang membela KPK juga dengan menggunakan ilmu hitam.
Sekira 20 pria paruh-baya asal Banten mendatangi gedung KPK, Jumat (11/10/2013). Awalnya mereka diduga berasal dari pihak keluarga Atut Chosiyah, ternyata salah.
Pria-pria itu justru mendukung KPK memberangus korupsi di Banten dan memenjarakan Atut. Mereka pun siap melindungi KPK dari serangan ilmu hitam berupa santet yang berasal dari keluarga Atut.
Mereka mengaku sebagai ulama yang berasal dari Panglima Pusat Silaturahmi Masyarakat (Puser) Banten.
"Kalau memang betul ada santet, silahkan santet saya. Saya siap. Saya sudah menyiapkan air keramat Banten yang diambil dari Masjid kuno Banten," kata koordinator Puser Banten, Sukma Saefi Maulana, di Gedung KPK.
Sukma menambahkan pihaknya akan mengerahkan ribuan ulama ke Gedung KPK demi memenjarakan Ratu Atut. Sukma menyatakan tidak gentar dengan Ratu Atut.
"Rencana seribu ulama banten dan 2.000 santri banten," ujarnya lagi.
Membantah
Sementara itu, Jubir keluarga Ratu Atut membantah memiliki ilmu santet atau ilmu Hitam. Mereka juga tidak menggunakan ilmu hitam itu saat pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Untuk penanganan Pilkada saja mereka menggunakan manajemen marketing modern. Lalu mereka kepala daerah pertama di Banten yang menggunakan riset. Sangat rasional. Mistik-mistik itu kan sesuatu hal yang diidentikkan di Banten, sekarang menjadi menarik lalu diidentikkan kepada ibu Atut," ujar Fitron juru Bicara Keluarga Atut.
Dia mengatakan, tidak ada ada ilmu hitam yang disarangkan kepada KPK terkait dengan pemanggilan Ratu Atut Jumat kemarin.
Menurutnya, dugaan Ratu Atut menggunakan santet bermula dari pengakuan artis Marissa Haque yang mengaku pernah disantet. Tapi, itu tidak jadi soal.
"Itu kan sesuatu yang identik dengan Banten dan keluarga ibu Atut tidak mengenal hal-hal seperti itu, dan hal-hal seperti itu sudah mulai ditinggalkan masyarakat Banten. Hal-hal yang bersifat mistik, mungkin ada ceritanya, tapi saya belum pernah lihat faktanya soal santet dan sebagainya," kata dia. (*/lip6/okz)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar